Jakarta, KompasOtomotif - PT Honda Prospect Motor mengucurkan dana 35 juta dollar AS (Rp 337,5 miliar) untuk mendongkrak kapasitas produksi di pabrik pertama menjadi 80.000 unit dari sebelumnya 60.000 unit mulai awal tahun ini. Penambahan produksi dilakukan guna menyokong target penjualan yang dipatok 100.000 unit, naik 44,2 persen dari tahun lalu.
Yosep Swasono Agus, Manajer Komunikasi Korporasi HPM mengatakan, dana segar dikucurkan untuk memperkuat lini produksi terutama pada proses welding dengan membeli robot baru. Hasilnya, volume jadi lebih banyak dalam waktu yang lebih sama.
"Selain itu kami juga memperbarui proses pengecatan lebih cepat tapi menghasilkan kualitas yang sama," komentar Yosep.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM menambahkan, tambahan kapasitas produksi di pabrik pertama digunakan untuk memproduksi model yang sudah ada seperti Jazz, Freed, dan CR-V. "Kalau regulasi keluar kita manfaatkan kapasitas juga untuk merakit LCGC," beber Jonfis.
Selain itu, Honda Indonesia juga resmi mendirikan dua perusahaan baru PT Honda R&D Indonesia yang bertanggung jawab melakukan survei pasar dan mendukung pengembangan produk baru. Sedangkan PT Honda Access bertanggung jawab untuk melokalisasi aksesori dan suku cadang asli resmi Honda. Untuk mendirikan dua perusahaan ini, Honda mengucurkan dana 3,5 juta dolar (Rp 33,7 miliar) AS untuk Honda R&D dan 2,5 juta dolar AS (Rp 24,1 miliar) untuk Honda Acces.
"Produksi aksesori dan suku cadang akan disubkan ke suplier lokal tapi dengan sepesifikasi dan kualitas tinggi standar Jepang," tutup Jonfis.



0 komentar:
Posting Komentar