Mumbai, KompasOtomotif - Sejumlah produsen mobil dunia, antara lain Citroën, Kia, Proton, Geely dan Chery memalingkan muka dari India. Prinsipal tersebut dikabarkan memilih negara lain dengan alasan persaingan di negara tersebut terlalu ketat, khususnya mobil murah.
Citroën, yang sudah mengumumkan Sanand, Gujarat sebagai pusat pengembangan mobil murah di India, dipastikan batal. Merek Perancis ini menghapus India dari daftar negara yang disiapkan untuk membangun pabrik perakitan baru. Negara lain yang dicoret adalah Buenos Aires (Argentina) dan Kaluga (Rusia).
Citroën, sebelumnya mengumumkan, siap meluncurkan sedan menengah di India tahun depan. Namun kantornya di Mumbai berhenti beroperasi belum lama ini. Ketika dikonfirmasi, PSA Citroën tidak mau menanggapi sampai akhir pekan lalu.
Merek lain, Peugeot, Proton, Kia, Geely dan Chery dilaporkan sedang meninjau ulang rencana mereka di India. "Pasar mobil di India memang semakin sengit, terlalu banyak merek masuk. Untuk mencapai target penjualan yang masuk akal, sangat sulit bagi pemain baru," komentar VG Ramakrishnan, salah satu peneliti dari Forst and Sullivan yang dilansir EconomicTimes (18/3/2013).
Peugeot, juga pernah mengumumkan, Februari 2011 lalu siap kembali ke India setelah berhenti operasi lebih dari satu dekade. Namun, rencana ini ditunda tahun lalu (2012) karena kondisi pasar Eropa yang payah. "Grup saat ini sedang mengevaluasi ulang, termasuk jadwal kembali ke India," ujar salah satu juru bicara Peugeot.
Sedangkan Proton yang sempat bernegosiasi dengan Hero Group di New Delhi, belum membuat langkah tegas. Penurunan penjualan di sejumlah pasar utama, mengharuskan Proton fokus ke kondisi semula.
"India masuk dalam radar kami. Tetapi setelah menggarap China dan Iran," jelas BVR Subbu, mantan direktur Proton.



0 komentar:
Posting Komentar